Press ← and → on your keyboard to move between
letters
Seseorang yang sedang menelan pahitnya kehidupan sebagai orang tak berguna,
Hal itu dimulai dengan rentetan peristiwa
Pelan, tak cukup kuresapi
Saat berada di pertengahan, aku ternganga
Oh Tuhan, mengapa hidup begitu berat?
Sungguh, Kau lah yang paling mampu membuat semua rencana tidak bisa terpenuhi
Ohh Tuhan mengapa tak ada kemudahan?
Besok, lusa, atau mungkin tidak akan pernah
Kapankah ketenangan hidup dapat didapatkan?
Hari ini sang pengundang meratap
Tak ada tempat bercerita
Tak ada penyaluran kekuatan
Aku benci diriku, diriku yang setuju untuk memulai meski telah tahu akhirnya
Oh Tuhan, kumohon kemurahan mu
F
Epilogue
about 1 month laterI...
This user has written an update to this letter.To see what they wrote, please
Sign in to FutureMe
or use your email address
Create an account
or use your email address
FutureMe uses cookies, read how
Share this FutureMe letter
Copy the link to your clipboard:
Or share directly via social media:
Why is this inappropriate?