A letter from November 7th, 2020

Time Travelled — 12 months

Peaceful right?

Halo, Aku! Sekarang hari Sabtu sudah pukul 22.14 WIB dan semua orang di rumah sudah terlelap pun bergelut dengan dunia mimpinya masing-masing, sedang aku masih berhadap-hadapan setia bersama gawai. Beginilah rutinitas malam yang selalu aku hadapi. Dengan mata berkaca-kaca dan bibir mengatup dengan getar ringan, jari-jari tangan ini tak tinggal diam. Dalam setiap deret papan ketik ini ku semai dengan cepat banyak kata. Mulai dari merangkai kisah lampau sampai mendambakan kisah yang akan datang. Kutulis semuanya di sini dalam diary anonymous yang akan dibaca banyak pasang mata. Bukan masalah, kalian tidak akan mengenaliku, sungguh. Jadi begini, aku adalah seorang gadis yang terlahir dalam lingkup keluarga kecil nan sederhana. Itu cukup hangat dan menyenangkan buatku dan aku bersyukur atas berkah juga anugerah-Nya. Aku adalah seorang penulis newbie yang akhir-akhir ini sedang tertekan dengan banyak hal yang membunuh rasa semangat dan gairah hidupku. Akhir bulan lalu aku sampai melakukan hal bodoh yang sempat mengakhiri hidup monoton ku, ya, aku hampir melakukannya. Dasar bodoh. Stress berkepanjangan ini tidak menyenangkan. Beberapa teman yang membagi support, keluarga yang mendo'akan dan lingkungan yang kembali mematahkan adalah siklus hidup yang kurang menyenangkan. Aku sangat tidak menginginkannya, sungguh. Psikiater, psikolog dan beberapa ahli lainnya menangani dengan senang hati setiap masalah dan sakit yang aku hadapi, tapi lagi-lagi semuanya terasa sia-sia dan nyeri. Aku tetap sakit, sampai detik ini. Mah, Pah, Kak, dan juga kalian yang membaca pesan rahasia ini, aku mohon, bantu aku dengan do'a dan aku harap Tuhan akan mengabulkannya dan membuat skenario lain perihal hidupku. Aku mau sehat dan kembali membaik. Dan semoga saat semuanya membaik, aku bisa kembali produktif untuk melanjutkan beberapa karya tulisku yang tertunda. Aku sangat suka menulis karena dengan menulis, maka aku hidup. Selamat malam:) Kutemukan Tuhan, dalam bait-bait indah Berdialog mesra, perihal segala resah Air mata Keringat Luapan kata Melaut, dalam telungkup tangan yang terangkat Sekali lagi, perihal rasa ini Kutemukan Tuhan, dalam bait-bait indah -findme-

Epilogue

over 2 years later

Hei, kamu adalah aku di masa depan!
Kemari, aku membawakan kabar baik...

Ktumnuu.
.
23 uugsats aahdal 4 ,4220 hria ,imgung iin ukpul. 14 wib. Arsa ajanng liahpre di nakemmuen blkmiea uraa kati abkmmei ini tisak arwatkhi alma fea,intg tpia ikktea ditseki lheat uthna aluk etkutrej and hwbaa. Iakb anstga. Tpate teiram smrewaa ahrnebat athbe and ikash adhus. Ertmai hsaik. Atik abik cuukp nad hupid gnrekasa nnamnenaykeg.
.
Atibletr dan aasm tairem umsae hkias ragno leiharp bkia ao'd lk,auul aarahpn gyna madla. Nagy apstie braet iin yuantusl nahlagk teryeamni hiask 'ddao'a-o argnin and hrbakrie. Uakcnp di simapa tkia udahs. Eracti aginn anngplgahe niubeaykrt paad gameos rbeas demjani kait uabkn.
.
Pamais legagimmn ,hei rsatuhle inhad, raca hudip ygan edgann ay nathu.

This user has written an update to this letter.To see what they wrote, please


Load more comments

Sign in to FutureMe

or use your email address

Don't know your password? Sign in with an email link instead.

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Create an account

or use your email address

You will receive a confirmation email

By signing in to FutureMe you agree to the Terms of use.

Share this FutureMe letter

Copy the link to your clipboard:

Or share directly via social media:

Why is this inappropriate?